Berani menentukan sudut pandang dan konsisten adalah keberhasilan pertama di novel ini. Lalu setelah membaca halaman demi halaman, keberhasilan lain bermunculan. Ratih benar-benar berhasil menjadikan properti tidak hanya sebagai pelengkap, namun mampu menjadi karakter, bahkan sudut pandang. Pelan-pelan Ratih mengingatkan kita terhadap hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian. Jelas sekali Ratih suka memperhatikan manusia, dan itu modal terbesar keberhasilan novel ini - Ifa Isfansyah, sutradara.